Mungkin


Pada deru nafas pukul 3,
Mungkin aku akan terpaksa tetap terjaga.

Pada pekik yang tertahan di tenggorokan,
Mungkin aku yang tak sanggup mengutarakan.

Pada draft pesan yang menunggu,
Mungkin aku yang tidak punya nyali.

Pada bunga mawar di atas meja,
Mungkin kamu sudah layu.

Pada gitar di belakang pintu,
Mungkin penikmatmu sudah minggat.

Pada lembaran puisi cinta,
Mungkin, kamu tidak lagi beralamat.

Pada jalanan aspal kering,
Mungkin sekarang aku mulai berani menapaki sendiri.

Pada jingga langit senja,
Mungkin tidak ada lagi cerita.

Pada dingin musim hujan yang buta,
Mungkin tidak ada pelukkan manja.

Pada kayu pintu rumahmu,
Mungkin nanti aku tidak lagi mampir.

Pada jaket di dalam lemari,
Mugkin tidak ada lagi sisa parfum yang menempel.

Pada lampu jalan warna kuning,
Mungkin tidak ada lagi tatapan hangat.

Pada sela jemari yang sudah kaku,
Mungkin tidak ada lagi genggaman erat.

Pada dinginnya malam,
Mungkin tidak ada lagi berbagi kehangatan.

Pada sepasang sepatu yang berdebu,
Mungkin aku tidak lagi harus terburu-buru.

Pada rintik hujan yang tak jera,
Mungkin tidak ada lagi sepayung berdua.

Pada yang dirindukan, apa yang akan terjadi selanjutnya?
Semoga kita baik-baik saja.

Comments

Popular posts from this blog

Sebuah Perasaan Yang Di Pendam

Kopi Dan Teh