Posts

Mungkin

Image
Pada deru nafas pukul 3, Mungkin aku akan terpaksa tetap terjaga. Pada pekik yang tertahan di tenggorokan, Mungkin aku yang tak sanggup mengutarakan. Pada draft pesan yang menunggu, Mungkin aku yang tidak punya nyali. Pada bunga mawar di atas meja, Mungkin kamu sudah layu. Pada gitar di belakang pintu, Mungkin penikmatmu sudah minggat. Pada lembaran puisi cinta, Mungkin, kamu tidak lagi beralamat. Pada jalanan aspal kering, Mungkin sekarang aku mulai berani menapaki sendiri. Pada jingga langit senja, Mungkin tidak ada lagi cerita. Pada dingin musim hujan yang buta, Mungkin tidak ada pelukkan manja. Pada kayu pintu rumahmu, Mungkin nanti aku tidak lagi mampir. Pada jaket di dalam lemari, Mugkin tidak ada lagi sisa parfum yang menempel. Pada lampu jalan warna kuning, Mungkin tidak ada lagi tatapan hangat. Pada sela jemari yang sudah kaku, Mungkin tidak ada lagi genggaman erat. Pada dinginnya malam, Mungkin tidak ada lagi berbagi kehangatan. Pa...

Sebuah Perasaan Yang Di Pendam

Image
Dia membuka bukunya Entah untuk apa Padahal tangannya sudah tidak sanggup lagi untuk menulis Ia selelah itu Seperlima menit kemudian Buku itu basah oleh tetes air dari mata coklatnya Ia berpikir Salahkah dirinya jika terus mengalah? Terlalu peduli dengan perkataan orang lain Yang akhirnya menjadi beban di hati dan pikiran Bolehkah Ia egois sekali saja Tidak berpura-pura lagi Dia ingin semua orang tahu Bahwa dirinya tersiksa Dirinya ingin bahagia Dengan asli bukan palsu Untuk apa Kebahagiaan yang hanya sebuah fatamorgana Ia seletih itu Sampai tidak bisa melampiaskannya dengan kata-kata indah yang biasa ia ukir di buku usang Dunia terlalu kejam Lalu ia harus lebih kuat untuk bertahan hidup Lantas bagaimana jadinya Jika dia yang biasanya terlihat bahagia tidak akan seperti dirinya lagi keesokan harinya Karena di detik itu Ketika jarum jam menunjukkan tepat di angka dua belas Ia tak peduli lagi Ia terlalu lelah dan letih Dia Sudah tidak bisa me...

Kopi Dan Teh

Image
Kopi membuatku terjaga, teh membuatku tenang. Dalam takarannya, kopi memang memiliki kafein lebih tinggi daripada teh, sehingga efek debaran yang diberikannya jauh lebih besar. Namun siapa sangka kalau kafein rendah milik teh lah yang malah mengecoh pertahananku? Kopi cenderung membuatku terjaga dan berdebar hebat sampai aku susah dan kelimpungan sendiri untuk merasakan sensasi lain selain euphoria sesaat, tapi teh, teh memberikan ketenangan dan kenyamanan yang bisa membuatku merasakan segala hal dalam waktu yang bersamaan. Lalu sampai detik ini, kafein kopi miliknya tidak pernah benar-benar membekas didiriku, tapi kafein rendah milikmu lah yang selalu mengutuh didalamku, membuatku menginginkan lebih dari rasa tenang dan nyaman yang kamu beri. Sudahkah kamu mengerti? Aku menginginkanmu, meski aku tak perlu merasakan kafein kuatmu dan dibuat terjaga setiap waktu olehmu, aku tetap menginginkanmu, karena pada dasarnya aku sadar ternyata aku hanya membutuhkanmu.